1. Ketika di-compile lebih kecil ukuran 2. Lebih efisien/hemat memori 3. Lebih cepat dieksekusi Kesulitan Bahasa Assembly: 1. Dalam melakukan suatu pekerjaan, baris program relatif lebih panjang dibanding bahasa tingkat tinggi 2. Relatif lebih sulit untuk dipahami terutama jika jumlah baris sudah terlalu banyak 3. Lebih sulit dalam melakukan pekerjaan rumit, misalnya operasi matematis BAHASA ASSEMBLY MCS-51 Dalam program bahasa assembly terdapat 2 jenis yang kita tulis dalam program yaitu: 1. Assembly Directive (yaitu merupakan kode yang menjadi arahan bagi assembler/compiler untuk menata program) 2. Instruksi (yaitu kode yang harus dieksekusi oleh CPU mikrokontroler) Klik disini untuk melihat daftar Assembly Directive dan Instruksi MCS-51. PENGGUNAAN SOFTWARE Software untuk membantu memprogram mikrokontroler MCS-51 sudah banyak tersedia. Untuk mempermudah maka dapat dipilih software yang merupakan Integrated Development Environment (IDE) yaitu software yang merupakan editor sekaligus compiler. Bahkan juga ada yang sekaligus debugger dan simulator. Salah satunya yang digunakan pada training di PRASIMAX adalah Read51. Berikut beberapa cara penggunaan software. 1. User dapat membuat program sistem single file maupun proyek (beberapa file). Klik menu File lalu pilih New File. 2. Ketik program di window editing. Software menyediakan syntax highlighting otomatis, sehingga tiap assembly directive akan diberi warna ungu dan tiap instuksi akan diberi warna biru. 3. User dapat langsung mengcompile program dengan sekali klik icon Build (F9). Ketika ada kesalahan maka user dapat langsung ditunjukkan letak dan jenis kesalahan. 4. User dapat melakukan simulasi software untuk melihat hasil kerja program. Klik IDE mode (F2). 5. User dapat melakukan debugging, bahkan melihat hasil eksekusi per step (per baris)terhadap kondisi-kondisi register dan memori di mikrokontroler. Klik Step Into (F8). Selanjutnya user dapat melakukan download program ke IC mikrokontroler untuk menguji hasilnya secara real di hardware. | |||
The integrated chip LM386 is a low power audio frequency amplifier requiring a low level power supply (most often batteries). It comes in an 8-pin mini-DIP package. The IC is designed to deliver a voltage amplification of 20 without external add-on parts. But this voltage gain can be raised up to 200 (Vu = 200) by adding external parts. LM386 audio amplifier circuit diagram The external parts shown on diagram 3.1 can be selected to get the desired gain. Circuit A will give a voltage amplification of 200. Circuit B will give a gain around 50. The circuit C is not for voltage amplification but will raise the bass level by about 5 dB. Take note that the circuit C is to be connected between pins 1 and 5 of the IC. The power output is around 550 mW at 16 ohm speaker impedance. This audio frequency amplifier is ideal for small battery powered devices. If you use the external circuit A, replace the Rx with a jumper wire in the PCB. If you use the external circuit C, solder the additio...
Komentar
Posting Komentar